Senin, 10 April 2017

Kasus 5 (Website KPU di retas Hacker.)







(Kiri-kanan) Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid, Ketua Umum Golkar Setya Novanto, Sekjen Golkar Idrus Marham, Korbid Pemenangan Pemilu Nusron Wahid di Kantor DPP Partai Golkar Jakarta, Jumat (17/2/2017). Foto/SINDOnews/Sutikno






JAKARTA - Partai Golkar menyesalkan tindakan hacker yang mencoba meretas website Komisi Pemilihan Umum (KPU) pasca pemungutan suara pemilihan kepala daerah yang digelar serentak pada 15 Februari lalu. 

‎"Kita pasti menyayangkan ya tindakan kejahatan yang dilakukan oleh para hacker, apalagi server itu (milik) KPU," ujar‎ Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah I Partai Golkar‎, Nusron Wahid ‎di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (17/2/2017). (Baca Juga: KPU Akui Website Mereka Diserang Hacker)

Menurut Nusron,‎ KPU adalah instrumen strategis dalam demokrasi Indonesia dan penyelenggaraan negara di Indonesia. "Tapi pada sisi lain, namanya penghitungan yang absah di dalam proses Pilkada ini kan tidak tergantung dengan hitungan TI,‎" ujarnya. 

Dia menambahkan, ‎rekapitulasi suara yang diatur undang-undang adalah yang dilakukan secara manual di lapangan. 

"Saudara-saudara ketahui C1 yang di-upload KPU adalah hasil scan dari masing-masing tempat pemungutan suara (TPS), kemudian dimasukkan belum sampai pada level berjenjang," paparnya. Baca Juga: Tindak Hacker, Polri Tunggu Langkah KPU)

Menurut Nusron, sebenarnya kunci kekuataan keamanan data pilkada adalah formulir C1 atau data jumlah pemilih di TPS. "Bukan pada data TI, baik TI Pilkada langsung atau TI di KPU. Kecuali C1 yang di KPU," katanya. 



sumber:

https://nasional.sindonews.com/read/1180896/13/website-kpu-diserang-hacker-golkar-itu-kejahatan-1487325461



Pasal 30
1.    Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun.
2.    Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.
3.    Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan (cracking, hacking, illegal access)






ETIKA PROFESI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
 CYBER CRIME (CARDING)




Diajukan untuk memenuhi mata kuliah EPTIK Pada Perogram Diploma III


                                           Agustia rispiandi                  :12145670    
                                          Andi Muhammad Ramdani   :12145778
                                          Fikri                                       :12141204
                                          gusnandi                                :12145091
                                          Yosep Hendra Permana         :12144678







Perogram Studi Manajemen Informatiak
Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika
Tasikmalaya 
2017












            






Kasus 1 (Otak Pembobol Situs Tiket.com Lulusan SMP)

VIVA.co.id  – Polisi masih memburu SH yang merupakan otak pelaku pembobolan laman PT. Global Network atau Tiket.com yang sampai saat ...